Sabtu, 08 Oktober 2011

curahan hati


Curahan Hati
Namaku Menco umurku sekarang 21 th. Kisah ini adalah kisah nyataku yang aku alami sekitar 7 bulan yang lalu. Waktu itu aku sedang kuliah bersama Ama, sebut saja begitu (nama samaran), umurnya masih sekitar 20 th, kami selisih satu tahun. Dan saat itu kami saling ta’arufan. Dia orangnya pendek, mungil, supel dan mudah bergaul dengan siapa saja. Maka dari itu semua teman dilingkungan tempat perkuliahku kenal dengan dia. Selain itu juga dia tidak terlalu aktif dalam berbagai kegiatan perkuliahan. Pintar dan sifatnya yang energik itulah yang disukai siapapun. Satu lagi sifat yang sulit dipisahkan darinya yaitu, dia seorang gadis yang agak tomboy, walaupun dia sering manja jika disebut begitu. Selain itu juga lucunya semua teman gadis perkuliahannya menganggap suaranya seperti speker masjid karena suaranya keras banget. Sikap dia padaku sudah seperti adikku sendiri. Dan itu juga sudah kebiasaan tiap kami bertemu, dia memanggil aku dengan sebutan mas dan sebaliknya mengakui sebagai mas memanggil dia sebutan adik. Dia sering bercanda untuk mengakrabkan aku dengan dia sebagai hubungan kakak adik dan itulah hanya aku saja yang sering diajak untuk dicurhatin. Karena begitu akrabnya denganku sehingga dia sering mengajakku bercanda atau kadang-kadang dia juga tak segan untuk curhat denganku. Sekilas curhatan tentang matan pacar dan sahabat akrabnya. Kebiasaan itulah yang selalu dilakukannya hingga pada suatu saat rasa khawatirku muncul dan aku bergegas mencoba membahagiakan dia, supaya dia tidak terlalu memikirkan masalah yang mengakibatkan kesedihan, bila dia sedih takutnya dia akan pingsan alias drop. karena sebelumnya aku sudah lebih kenal jauh siapa dia. Dia seorang gadis yang lemah fisiknya dibandingkan perempuan yang lain. Sekilas membahagiakan,
sapaku kepada ama ;

Jika pesona cinta melelahkanmu, dengarkanlah satu kataku, lupakanlah gelisah di hati, kuatkanlah langkah, basuh lukamu, hari masih panjang dan waktu masih setia berjalan. Esok mentari pagi pasti kan terbit menghangatkan hatimu, dan langit malam pun kan bertabur bintang menemani tidurmu. Pejamkan matamu sandarkan bebanmu lepaskan sepimu. Percayalah, pasti ada yang kan merindukanmu. Rindu tuk menghiasi setiap mimpi indahmu. Bahagialah dan tersenyumlah...........

Aku mungkin bukan teman terbaik untukmu dan juga bukan sahabat terbaik untukmu, tetapi aku akan menemani dan akan membahagiakan jika engkau sedih dan aku abaikan jika engkau bahagia.

Maafkanlah segala keterbatasanku yang membuatku tak pernah bisa sempurna dalam tingkah laku, membuatku selalu berbalut salah dan angkuh hati saat bersamamu. Kuharap engkau dapat mememaafkanku.

Tidak ada komentar: