Curahan Hati
Namaku
Menco umurku sekarang 21 th. Kisah ini adalah kisah nyataku yang aku alami sekitar 7 bulan yang lalu.
Waktu itu aku sedang
kuliah bersama Ama, sebut saja begitu (nama samaran), umurnya masih
sekitar 20 th, kami selisih satu tahun. Dan saat itu kami saling ta’arufan. Dia
orangnya pendek, mungil, supel
dan mudah bergaul dengan siapa saja. Maka dari itu semua teman dilingkungan tempat perkuliahku kenal dengan dia.
Selain itu juga dia
tidak terlalu aktif dalam berbagai
kegiatan perkuliahan.
Pintar dan sifatnya yang energik
itulah yang disukai siapapun. Satu lagi sifat yang sulit dipisahkan darinya
yaitu, dia seorang gadis yang
agak tomboy, walaupun dia
sering manja jika disebut begitu. Selain itu juga lucunya semua teman gadis perkuliahannya
menganggap suaranya seperti speker masjid karena suaranya keras banget. Sikap dia
padaku sudah seperti adikku sendiri. Dan itu juga sudah kebiasaan tiap kami
bertemu, dia memanggil aku dengan sebutan mas dan sebaliknya mengakui sebagai
mas memanggil dia sebutan adik. Dia sering bercanda untuk mengakrabkan aku
dengan dia sebagai hubungan kakak adik dan itulah hanya aku saja yang sering diajak
untuk dicurhatin. Karena begitu akrabnya denganku
sehingga dia sering mengajakku bercanda atau kadang-kadang dia juga tak segan
untuk curhat denganku. Sekilas curhatan tentang matan pacar dan sahabat akrabnya.
Kebiasaan itulah yang selalu dilakukannya hingga pada suatu saat rasa khawatirku
muncul dan aku bergegas mencoba membahagiakan dia, supaya dia tidak terlalu memikirkan
masalah yang mengakibatkan kesedihan, bila dia sedih takutnya dia akan pingsan
alias drop. karena sebelumnya aku sudah lebih kenal jauh siapa dia. Dia seorang
gadis yang lemah fisiknya dibandingkan perempuan yang lain. Sekilas
membahagiakan,
sapaku kepada ama ;
Jika pesona cinta melelahkanmu, dengarkanlah satu kataku,
lupakanlah gelisah di hati, kuatkanlah langkah, basuh lukamu, hari masih
panjang dan waktu masih setia berjalan. Esok mentari pagi pasti kan terbit menghangatkan
hatimu, dan langit malam pun kan bertabur bintang menemani tidurmu. Pejamkan
matamu sandarkan bebanmu lepaskan sepimu. Percayalah, pasti ada yang kan
merindukanmu. Rindu tuk menghiasi setiap mimpi indahmu. Bahagialah dan
tersenyumlah...........
Aku mungkin bukan teman terbaik untukmu dan juga bukan sahabat terbaik untukmu, tetapi aku akan menemani dan akan membahagiakan jika engkau sedih dan aku abaikan jika engkau bahagia.
Maafkanlah segala keterbatasanku yang membuatku tak
pernah bisa sempurna dalam tingkah laku, membuatku selalu berbalut salah dan
angkuh hati saat bersamamu. Kuharap engkau dapat mememaafkanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar