Minggu, 01 Januari 2012

fase-fase, proses, efisiensi, efektifitas belajar


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani; Psyche yang artinya jiwa, dan logos berarti ilmu. Jadi secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa. Menurut Rene Descartes (1596-1650) ilmu jiwa adalah ilmu tentang kesadaran. Ilmu jiwa adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
Defenisi dari belajar yaitu “Mengubah atau memperbaiki tingkah laku melalui latihan, pengalaman dan kontak dengan lingkungan”. Belajar Pendidikan adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan
Cuplikan tersebut penulis akan kupas dipembahasan berikutnya. Oleh karena itu, perlu mempersiapkan mahasiswanya sedini mungkin guna menghadapi pemahaman tentang fase, proses, efisiensi, efektifitas belajar  tersebut dan agar terciptanya sosok mahasiswa yang cerdik dalam pemahaman materi tersebut..
Memang disadari makalah tersebut dianggap amat sangat perlu sekali dipelajari oleh Mahasiswa. Karena dengan penguasaan dari ilmu-ilmu tersebut diharapkan Mahasiswa mempunyai modal guna mengajarkan disekolah formal atau non formal.
B.       Perumusan Masalah
Uraian latar belakang masalah tersebut, dapat diklasifikasikan bahwa rumusan masalah adalah:
1.      Pengertian Ilmu Jiwa Belajar.
2.      Fase-fase Belajar
3.      Proses Belajar
4.      Efisiensi Belajar
5.      Efektifitas Belajar

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Ilmu Jiwa Belajar [1]
Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani; Psyche yang artinya jiwa, dan logos berarti ilmu. Jadi secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa. Menurut Rene Descartes (1596-1650) ilmu jiwa adalah ilmu tentang kesadaran. Ilmu jiwa adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
Defenisi dari belajar yaitu “Mengubah atau memperbaiki tingkah laku melalui latihan, pengalaman dan kontak dengan lingkungan”. Belajar Pendidikan adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan.
B.       Fase-Fase Belajar [2]
Secara Spikologis, pada umumnya ada 8 fase dalam belajar
a.  Fase Motivasi
            Timbulnya motivasi (dorongan belajar) dalam diri mahasiswa. Ada Dua jenis motivasi :
(1). Motivasi Intrinsik
Dorongan yang timbul dalam diri   mahasiswa, karena stimulus (rangsangan) dari dalam dirinya sendiri. Stimulus itu antara lain minat, bakat, cita-cita, kepuasan melakukan sesuatu dengan berhasil.
(2). Motivasi Ekstrinsik
Dorongan yang timbuk dalam diri mahasiswa, karena  stimulus dari luar, seperti penghargaan atas kinerja, pujian, atau upah yang diberikan pihak lain.
b. Fase Pemerhatian
Pemerhatian pada materi perkuliahan yang sedang (akan segera) disajikan. Ini timbul dengan baik setelah ada motivasi. Ada tiga proses yang terjadi :
(1). Proses memperhatikan
(2). Proses menanggapi (memasukkan kedalam persepsi)
(3). Proses memahami.
c. Fase Pemerolehan
Proses memahami (memeroleh),  memasukkannya kedalam ingatan jangka pendek (short-term memory), dan dari sana akan disimpan dalam ingatan jangka panjang (long-term memory). Proses ini disebut juga pelambangan (encoding).
d. Fase Penyimpanan
Apa yang sudah dipahami dan dimasukkan kedalam ingatan jangka pendek dimasukkan dalam ingatan jangka panjang kemudian, dan disimpan.
e. Fase Pengingatan
Proses mengingat kembali apa yang telah dipelajari (disimpan dalam ingatan jangka panjang)
f. Fase Generalisasi
Fase inilah sesungguhnya tujuan akhir belajar. Kemampuan Generalisasi adalah indikator mutu pemahaman mahasiswa tentang materi kuliah.
g. Fase Kinerja
proses dimana mahasiswa membuktikan pemahamannya tentang materi kuliah melalui perbuatan (kinerja), seperti jawabnya atas pertanyaan dalam ujian, atau sikapnya dalam menghadapi masalah.
h. Fase Umpan Balik
Fase ini sesungguhnya sejalan dengan fase kinerja, karena dari kinerja diperoleh juga umpan balik.Umpan balik berguna untuk peningkatan (perbaikan) mutu. Dari umpan balik dapat diketahui apa yang harus diperbaiki.
C.      Proses Belajar
Definisi Proses Belajar[3], Proses adalah kata yang berasal dari bahasa latin processus yang berarti berjalan kedepan, proses adalah suatu perubahan khususnya yang menyangkut perubahan tingkah laku atau perubahan kejiwaan. Dalam psikologi belajar, proses berarti cara-cara atau langkah-langkah khusus yang dengannya beberap perubahan ditimbulkan hingga tercapainya hasil-hasil tertentu.
Proses belajar merupakan sesuatu yang sangat penting di dalam kehidupan seseorang, karena dengan belajar seseorang baru akan mampu membuat perubahan di dalam hidupnya.
faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses belajar, seperti:
1.      Kemampuan pembawaannya
Karena kita ketahui bahwasannya tidak ada dua orang yang sama pembawaannya. Juga di dalam kemanpuan tiap orang mempunnyai potensi kemampuan sendiri-sendiri.
2.      Kondisi Fisiknya
Orang yang belajar tidak terlepas dari kondisi fisiknya. Menurut penyelidiakn yang telah dilakukan oleh saah seorang mahasiswa FIP UGM yogyakarta ternyata kondisi fisik mempengaruhi belajar anak.
3.      Kondisi Psikis Anak
Selain kondisi fisik, kondisi psikis juga harus diperhatikan, keadaan psikis yang kurang baik banyak sebabnya, mungkin ditimbulkan oleh keadaan fisik yang tidak baik, sakit, cacat, mungkin disebabkan oleh gangguan atau keadaan lingkungan
4.      Kemauan Belajar
Kemauan ini memegang peranan yang penting didalam belajar. Adanya kemauan dapat mendoroang belajar dan sebaliknya tidak ada kemauan dapat memperlemah belajar.
5.      Sikap pelajar terhadap guru, mata pelajaran dan pengertian mereka mengenai kemajuan mereka sendiri
6.      Bimbingan
Di dalam belajar anak membutuhkan bimbingan. Bimbingan ini perlu diberikan untuk mencegah usaha-usaha yang membuta, hingga anak tidak mengalami kegagalan, melainkan dapat membawa kesuksesan. Bimbingan dapat menghindarkan kesalahan dan memperbaikinya.
Ruang lingkup mengenai proses belajar adalah
1)    Tahap perbuatan belajar
2)    Perubahan-perubahan jiwa yang terjadi selama belajar
3)    Pengaruh pengalaman belajar terhadap perilaku individu
4)    Pengaruh motivasi terhadap perilaku belajar.
       5)    Signifikasi perbedaan individual  dalam kecepatan memproses kesan dan keterbatasan kapasitas individu dalam belajar
6)    Masalah proses lupa dan kemampuan individu mempelajari melalui transfer belajar.
D.      Efisiensi Belajar [4]
ada dua macam Efisiensi hasil Belajar, yaitu:
1.    Efisiensi usaha belajar
Suatu kegiatan belajar dapat dikatakan efisien kalau prestasi belajar yang diinginkan dapat dicapai dengan usahayang minimal. seperti: tenaga dan pikiran, waktu, peralatan belajar, dan lain-lain.
2.    Efisiensi hasil belajar
sebuah kegiatan belajar dapat pula dikatakan efisien apabila dengan usaha belajar tertentu dapat memberikan prestasi belajar yang tinggi.
Ada beberapa factor yang mempengaruri keefisienan belajar, yaitu :
1.    Kemampuan pembawaannya
Karena kita ketahui bahwasannya tidak ada dua orang yang sama pembawaannya. Juga di dalam kemanpuan tiap orang mempunnyai potensi kemampuan sendiri-sendiri.
2.    Kondisi Fisiknya
Orang yang belajar tidak terlepas dari kondisi fisiknya. Menurut penyelidikan ternyata kondisi fisik mempengaruhi belajar anak.
3.    Kondisi Psikis Anak
Selain kondisi fisik, kondisi psikis juga harus diperhatikan, keadaan psikis yang kurang baik banyak sebabnya, mungkin ditimbulkan oleh keadaan fisik yang tidak baik, sakit, cacat, mungkin disebabkan oleh gangguan atau keadaan lingkungan
4.    Kemauan Belajar
Kemauan ini memegang peranan yang penting didalam belajar. Adanya kemauan dapat mendoroang belajar dan sebaliknya tidak ada kemauan dapat memperlemah belajar.
5.    Sikap pelajar
Sikap pelajar terhadap guru, mata pelajaran dan pengertian mereka mengenai kemajuan mereka sendiri
6.    Bimbingan
Di dalam belajar anak membutuhkan bimbingan. Bimbingan ini perlu diberikan untuk mencegah usaha-usaha yang membuta, hingga anak tidak mengalami kegagalan, melainkan dapat membawa kesuksesan. Bimbingan dapat menghindarkan kesalahan dan memperbaikinya.
E.       Efektifitas Belajar [5]
Pengertian belajar efektif adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari, Menurut James O. Wittaker belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. sedangkan menurut Cronbach belajar yang efektif adalah melalui penglaman. Dan menurut Howard L. Kingsley belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek dan latihan.
a.    Beberapa macam-macam belajar efektif, yaitu:
ü  Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.
ü  Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.
Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu. Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.
ü  Kerjakan dulu mana yang penting.
Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri. Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.
ü  Anggap dirimu berada dalam situasi "co-opetition" (bukan situasi "win-win" lagi).
"Co-opetition" merupakan gabungan dari kata "cooperation" (kerja sama) dan "competition" (persaingan). Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan/ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas. Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.
ü  Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.
Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut. Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.
ü  Cari solusi yang lebih baik.
Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu. Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
ü  Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.
Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.
b.    Langkah-langkah belajar efektif [6] adalah
  • diri sendiri
  • kemampuan belajar anda
  • proces yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan
  • minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan
c.    Cara belajar efektif [7]
Cara Belajar Efektif  Tidak ada dua orang yang belajar dengan cara yang sama, dan ada sedikit keraguan bahwa cara untuk satu orang mungkin tidak efektif bagi orang lain. Namun, ada beberapa teknik umum yang tampaknya menghasilkan hasil yang baik. Akan sangat menarik jika belajar itu tidak di anggap bekerja tetapi kesenangan.
v  Mengatur Jadwal
Bahkan sebelum Anda mulai berpikir tentang proses belajar, Anda harus mengembangkan jadwal. Jika Anda tidak memiliki jadwal atau rencana untuk belajar
v  Tempat Yang Tepat Untuk belajar
Anda bisa belajar di mana saja. Jelas, beberapa tempat lebih baik daripada yang lain adalah Perpustakaan atau kamar pribadi yang terbaik.
v  Keterampilan berpikir
Setiap orang memiliki kemampuan berpikir, tetapi gunakan sedikit secara efektif. keterampilan berpikir yang efektif tidak dapat dipelajari, tetapi harus dibangun selama jangka waktu tertentu.
v  Ajukan Pertanyaan
Mengajukan pertanyaan untuk belajar. Hal-hal penting untuk belajar biasanya jawaban atas pertanyaan. Pertanyaan harus mengarah pada penekanan pada apa, mengapa, bagaimana, kapan, siapa dan di mana isi studi.
v  Membaca
Sebuah cara utama dengan mana Anda mendapatkan informasi adalah melalui membaca. Di perguruan tinggi Anda diharapkan untuk membaca lebih banyak daripada di sekolah tinggi. Jangan berasumsi hanya karena Anda telah “membaca” tugas yang adalah akhir dari itu.
v  Ucapkan
Ketika Anda membaca, Anda berhenti membaca secara berkala untuk mengingat apa yang Anda baca.
v  Mencatat
Seperti membaca, mencatat adalah keterampilan yang harus dipelajari dan disempurna kan. Hampir selalu, mencatat, atau kurangnya, adalah kekurangan konstan dalam metode studi. Belajar bahan catatan baik mengambil agak mudah, menerapkannya untuk situasi Anda sendiri tergantung pada seberapa serius.
v  Garis Tulisan atau Menandai Tulisan yang di Baca
Pertama-tama, jangan menggarisbawahi. Gunakan stabilo. Pengalaman menunjukkan bahwa bagian-bagian teks yang disorot lebih mudah diingat daripada bagian yang sama digarisbawahi.

BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Ø  Ilmu jiwa adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
Ø  Defenisi dari belajar yaitu “Mengubah atau memperbaiki tingkah laku melalui latihan, pengalaman dan kontak dengan lingkungan”.
Ø  Fase-Fase Belajar
§  Fase Motivasi
(1). Motivasi Intrinsik
(2). Motivasi Ekstrinsik
§  Fase Pemerhatian
(1). Proses memperhatikan
(2). Proses menanggapi (memasukkan kedalam persepsi)
(3). Proses memahami.
§  Fase Pemerolehan
§  Fase Penyimpanan
§  Fase Pengingatan
§  Fase Generalisasi
§  Fase Kinerja
§  Fase Umpan Balik
Ø  psikologi proses belajar berarti cara-cara atau langkah-langkah khusus yang dengannya beberap perubahan ditimbulkan hingga tercapainya hasil-hasil tertentu.
Ø  macam Efisiensi hasil Belajar, yaitu:
·      Efisiensi usaha belajar
·      Efisiensi hasil belajar
Ø  Factor-factor keefisienan belajar, yaitu: kemampuan pembawaannya, kondisi fisiknya, kondisi psikis anak, kemauan belajar, sikap pelajar, bimbingan
Ø  belajar efektif adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari.

B.       Saran
Setelah kita membaca dan mengetahui semua hal mengenai uraian diatas yang tempatnya salah dan khilaf. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ilmu jiwa belajar ini yang berjudul fase, proses, efisiensi, efektifitas belajar masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca setia dan sebagai bekal untuk penulis pembelajaran agar kedepannya lebih baik dalam penyusunan makalah.
 
DAFTAR PUSTAKA

http://ridho2005.multiply.com/reviews/item/13?&show_interstitial=1&u=%2Freviews%2Fitem
http://www.masbied.com/2010/06/05/ilmu-jiwa-belajar/#more-3073
http://belajarpsikologi.com/fungsi-motivasi-dalam-proses-belajar/
http://dieza-eza-dieza.blogspot.com/2011/01/proses-proses-dan-fase-fase-dalam.html

Tidak ada komentar: