BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani; Psyche yang artinya
jiwa, dan logos berarti ilmu. Jadi secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa. Menurut
Rene Descartes (1596-1650) ilmu jiwa adalah ilmu tentang kesadaran. Ilmu jiwa
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya
dengan lingkungannya.
Defenisi dari
belajar yaitu “Mengubah atau memperbaiki tingkah laku melalui latihan,
pengalaman dan kontak dengan lingkungan”. Belajar Pendidikan adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang
sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan
Cuplikan
tersebut penulis akan kupas dipembahasan berikutnya. Oleh karena itu, perlu
mempersiapkan mahasiswanya sedini mungkin guna menghadapi pemahaman tentang fase,
proses, efisiensi, efektifitas belajar tersebut dan agar terciptanya sosok mahasiswa
yang cerdik dalam pemahaman materi tersebut..
Memang
disadari makalah
tersebut dianggap
amat sangat perlu sekali dipelajari oleh Mahasiswa. Karena
dengan penguasaan dari ilmu-ilmu tersebut diharapkan Mahasiswa mempunyai modal guna mengajarkan disekolah formal atau non formal.
B.
Perumusan Masalah
Uraian latar belakang masalah tersebut, dapat
diklasifikasikan bahwa rumusan masalah adalah:
1. Pengertian Ilmu Jiwa Belajar.
2. Fase-fase Belajar
3. Proses Belajar
4. Efisiensi Belajar
5. Efektifitas Belajar
BAB II
PEMBAHASAN
Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa
Yunani; Psyche yang artinya jiwa, dan logos berarti ilmu. Jadi secara harfiah
psikologi berarti ilmu jiwa. Menurut Rene Descartes (1596-1650) ilmu jiwa
adalah ilmu tentang kesadaran. Ilmu jiwa adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
Defenisi dari belajar yaitu “Mengubah atau
memperbaiki tingkah laku melalui latihan, pengalaman dan kontak dengan
lingkungan”. Belajar Pendidikan
adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental
dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan.
Secara Spikologis, pada umumnya ada 8 fase dalam
belajar
a. Fase Motivasi
Timbulnya
motivasi (dorongan belajar) dalam diri mahasiswa. Ada Dua jenis motivasi :
(1). Motivasi Intrinsik
Dorongan yang timbul dalam diri
mahasiswa, karena stimulus (rangsangan) dari dalam dirinya sendiri. Stimulus
itu antara lain minat, bakat, cita-cita, kepuasan melakukan sesuatu dengan
berhasil.
(2). Motivasi Ekstrinsik
Dorongan yang timbuk dalam diri
mahasiswa, karena stimulus dari luar, seperti penghargaan atas kinerja,
pujian, atau upah yang diberikan pihak lain.
b. Fase Pemerhatian
Pemerhatian pada materi perkuliahan yang sedang
(akan segera) disajikan. Ini timbul dengan baik setelah ada motivasi. Ada tiga
proses yang terjadi :
(1). Proses memperhatikan
(2). Proses menanggapi (memasukkan
kedalam persepsi)
(3). Proses memahami.
c. Fase Pemerolehan
Proses memahami (memeroleh), memasukkannya kedalam ingatan jangka pendek
(short-term memory), dan dari sana akan disimpan dalam ingatan jangka panjang (long-term
memory). Proses ini disebut juga pelambangan (encoding).
d. Fase Penyimpanan
Apa yang sudah dipahami dan
dimasukkan kedalam ingatan jangka pendek dimasukkan dalam ingatan jangka
panjang kemudian, dan disimpan.
e. Fase Pengingatan
Proses mengingat kembali apa yang
telah dipelajari (disimpan dalam ingatan jangka panjang)
f. Fase Generalisasi
Fase inilah sesungguhnya tujuan
akhir belajar. Kemampuan Generalisasi adalah indikator mutu pemahaman mahasiswa
tentang materi kuliah.
g. Fase Kinerja
proses dimana mahasiswa
membuktikan pemahamannya tentang materi kuliah melalui perbuatan (kinerja),
seperti jawabnya atas pertanyaan dalam ujian, atau sikapnya dalam menghadapi
masalah.
h. Fase Umpan Balik
Fase ini sesungguhnya sejalan
dengan fase kinerja, karena dari kinerja diperoleh juga umpan balik.Umpan balik
berguna untuk peningkatan (perbaikan) mutu. Dari umpan balik dapat diketahui
apa yang harus diperbaiki.
C.
Proses Belajar
Definisi Proses Belajar[3], Proses adalah kata yang berasal dari bahasa latin processus
yang berarti berjalan kedepan, proses adalah suatu perubahan khususnya yang
menyangkut perubahan tingkah laku atau perubahan kejiwaan. Dalam psikologi
belajar, proses berarti cara-cara atau langkah-langkah khusus yang dengannya
beberap perubahan ditimbulkan hingga tercapainya hasil-hasil tertentu.
Proses
belajar merupakan sesuatu yang sangat penting di dalam kehidupan seseorang,
karena dengan belajar seseorang baru akan mampu membuat perubahan di dalam
hidupnya.
faktor-faktor apa saja yang
mempengaruhi proses belajar, seperti:
1.
Kemampuan pembawaannya
Karena kita ketahui bahwasannya tidak ada dua orang
yang sama pembawaannya. Juga di dalam kemanpuan tiap orang mempunnyai potensi
kemampuan sendiri-sendiri.
2.
Kondisi Fisiknya
Orang yang belajar tidak terlepas dari kondisi
fisiknya. Menurut penyelidiakn yang telah dilakukan oleh saah seorang mahasiswa
FIP UGM yogyakarta ternyata kondisi fisik mempengaruhi belajar anak.
3.
Kondisi Psikis Anak
Selain kondisi fisik, kondisi psikis juga harus
diperhatikan, keadaan psikis yang kurang baik banyak sebabnya, mungkin
ditimbulkan oleh keadaan fisik yang tidak baik, sakit, cacat, mungkin
disebabkan oleh gangguan atau keadaan lingkungan
4.
Kemauan Belajar
Kemauan ini memegang peranan yang penting didalam
belajar. Adanya kemauan dapat mendoroang belajar dan sebaliknya tidak ada kemauan
dapat memperlemah belajar.
5.
Sikap pelajar terhadap guru, mata pelajaran dan pengertian mereka
mengenai kemajuan mereka sendiri
6.
Bimbingan
Di dalam belajar anak membutuhkan bimbingan.
Bimbingan ini perlu diberikan untuk mencegah usaha-usaha yang membuta, hingga
anak tidak mengalami kegagalan, melainkan dapat membawa kesuksesan. Bimbingan
dapat menghindarkan kesalahan dan memperbaikinya.
Ruang lingkup mengenai proses belajar adalah
1) Tahap
perbuatan belajar
2) Perubahan-perubahan
jiwa yang terjadi selama belajar
3) Pengaruh
pengalaman belajar terhadap perilaku individu
4) Pengaruh
motivasi terhadap perilaku belajar.
5) Signifikasi perbedaan individual dalam
kecepatan memproses kesan dan keterbatasan kapasitas individu dalam belajar
6) Masalah
proses lupa dan kemampuan individu mempelajari melalui transfer belajar.
ada dua macam Efisiensi hasil Belajar, yaitu:
1.
Efisiensi usaha belajar
Suatu kegiatan belajar dapat dikatakan efisien kalau
prestasi belajar yang diinginkan dapat dicapai dengan usahayang minimal.
seperti: tenaga dan pikiran, waktu, peralatan belajar, dan lain-lain.
2.
Efisiensi hasil belajar
sebuah kegiatan belajar dapat pula dikatakan efisien
apabila dengan usaha belajar tertentu dapat memberikan prestasi belajar yang
tinggi.
Ada beberapa factor yang mempengaruri keefisienan belajar,
yaitu :
1.
Kemampuan pembawaannya
Karena kita ketahui bahwasannya
tidak ada dua orang yang sama pembawaannya. Juga di dalam kemanpuan tiap orang
mempunnyai potensi kemampuan sendiri-sendiri.
2.
Kondisi Fisiknya
Orang yang belajar tidak terlepas
dari kondisi fisiknya. Menurut penyelidikan ternyata kondisi fisik mempengaruhi
belajar anak.
3.
Kondisi Psikis Anak
Selain kondisi fisik, kondisi
psikis juga harus diperhatikan, keadaan psikis yang kurang baik banyak
sebabnya, mungkin ditimbulkan oleh keadaan fisik yang tidak baik, sakit, cacat,
mungkin disebabkan oleh gangguan atau keadaan lingkungan
4.
Kemauan Belajar
Kemauan ini memegang peranan yang
penting didalam belajar. Adanya kemauan dapat mendoroang belajar dan sebaliknya
tidak ada kemauan dapat memperlemah belajar.
5.
Sikap pelajar
Sikap pelajar terhadap guru, mata
pelajaran dan pengertian mereka mengenai kemajuan mereka sendiri
6.
Bimbingan
Di dalam belajar anak membutuhkan
bimbingan. Bimbingan ini perlu diberikan untuk mencegah usaha-usaha yang
membuta, hingga anak tidak mengalami kegagalan, melainkan dapat membawa
kesuksesan. Bimbingan dapat menghindarkan kesalahan dan memperbaikinya.
Pengertian
belajar efektif adalah suatu
aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari
bahan yang telah dipelajari, Menurut James O. Wittaker belajar dapat
didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah
melalui latihan atau pengalaman. sedangkan menurut Cronbach belajar yang
efektif adalah melalui penglaman. Dan menurut Howard L. Kingsley belajar adalah
proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui
praktek dan latihan.
a.
Beberapa
macam-macam belajar efektif, yaitu:
ü Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai
berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam
mencapai kesuksesan belajar.
ü Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu
percaya.
Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu. Jangan biarkan teman atau
orang lain mendikte kamu apa yang penting.
ü Kerjakan dulu mana yang penting.
Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri.
Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.
ü Anggap dirimu berada dalam situasi
"co-opetition" (bukan situasi "win-win" lagi).
"Co-opetition" merupakan gabungan dari kata
"cooperation" (kerja sama) dan "competition" (persaingan).
Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak
memberikan masukkan/ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai
sainganmu juga dalam kelas. Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk
melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.
ü Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.
Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan
guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi
tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen
tersebut. Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang
paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.
ü Cari solusi yang lebih baik.
Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya
membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan
tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan
pembimbing akademismu. Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang
lebih baik.
ü Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.
Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu
mendapatkan ide-ide yang cemerlang.
- diri sendiri
- kemampuan belajar anda
- proces yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan
- minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan
Cara
Belajar Efektif Tidak ada dua orang yang belajar dengan cara
yang sama, dan ada sedikit keraguan bahwa cara untuk satu orang mungkin tidak
efektif bagi orang lain. Namun, ada beberapa teknik umum yang tampaknya
menghasilkan hasil yang baik. Akan sangat menarik jika belajar itu tidak di
anggap bekerja tetapi kesenangan.
v Mengatur Jadwal
Bahkan sebelum Anda mulai berpikir tentang
proses belajar, Anda harus mengembangkan jadwal. Jika Anda tidak memiliki
jadwal atau rencana untuk belajar
v Tempat
Yang Tepat Untuk belajar
Anda bisa belajar di mana saja. Jelas,
beberapa tempat lebih baik daripada yang lain adalah Perpustakaan atau kamar
pribadi yang terbaik.
v Keterampilan berpikir
Setiap orang memiliki kemampuan berpikir,
tetapi gunakan sedikit secara efektif. keterampilan berpikir yang efektif tidak
dapat dipelajari, tetapi harus dibangun selama jangka waktu tertentu.
v Ajukan
Pertanyaan
Mengajukan pertanyaan untuk belajar. Hal-hal
penting untuk belajar biasanya jawaban atas pertanyaan. Pertanyaan harus
mengarah pada penekanan pada apa, mengapa, bagaimana, kapan, siapa dan di mana
isi studi.
v Membaca
Sebuah cara utama dengan mana Anda
mendapatkan informasi adalah melalui membaca. Di perguruan tinggi Anda
diharapkan untuk membaca lebih banyak daripada di sekolah tinggi. Jangan
berasumsi hanya karena Anda telah “membaca” tugas yang adalah akhir dari itu.
v Ucapkan
Ketika Anda membaca, Anda berhenti membaca
secara berkala untuk mengingat apa yang Anda baca.
v Mencatat
Seperti membaca, mencatat adalah keterampilan
yang harus dipelajari dan disempurna kan. Hampir selalu, mencatat, atau
kurangnya, adalah kekurangan konstan dalam metode studi. Belajar bahan catatan
baik mengambil agak mudah, menerapkannya untuk situasi Anda sendiri tergantung
pada seberapa serius.
v Garis
Tulisan atau Menandai Tulisan yang di Baca
Pertama-tama, jangan menggarisbawahi. Gunakan
stabilo. Pengalaman menunjukkan bahwa bagian-bagian teks yang disorot lebih
mudah diingat daripada bagian yang sama digarisbawahi.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Ø Ilmu jiwa adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan
lingkungannya.
Ø
Defenisi dari belajar yaitu
“Mengubah atau memperbaiki tingkah laku melalui latihan, pengalaman dan kontak
dengan lingkungan”.
Ø
Fase-Fase Belajar
§ Fase Motivasi
(1). Motivasi
Intrinsik
(2). Motivasi
Ekstrinsik
§ Fase Pemerhatian
(1). Proses
memperhatikan
(2). Proses
menanggapi (memasukkan kedalam persepsi)
(3). Proses
memahami.
§ Fase Pemerolehan
§ Fase Penyimpanan
§ Fase Pengingatan
§ Fase Generalisasi
§ Fase Kinerja
§ Fase Umpan Balik
Ø
psikologi proses belajar berarti cara-cara atau langkah-langkah khusus
yang dengannya beberap perubahan ditimbulkan hingga tercapainya hasil-hasil
tertentu.
Ø
macam Efisiensi hasil Belajar, yaitu:
·
Efisiensi usaha belajar
·
Efisiensi hasil belajar
Ø
Factor-factor keefisienan belajar, yaitu: kemampuan pembawaannya, kondisi
fisiknya, kondisi psikis anak, kemauan belajar, sikap pelajar, bimbingan
Ø belajar efektif adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara
sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari.
B.
Saran
Setelah kita membaca dan mengetahui semua hal
mengenai uraian diatas yang tempatnya salah dan khilaf. Penulis menyadari
bahwa dalam penyusunan makalah ilmu jiwa belajar ini yang berjudul fase, proses, efisiensi, efektifitas belajar masih terdapat
banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan
kritik dan saran dari pembaca setia dan sebagai bekal untuk penulis
pembelajaran agar kedepannya lebih baik dalam penyusunan makalah.
DAFTAR PUSTAKA
http://ridho2005.multiply.com/reviews/item/13?&show_interstitial=1&u=%2Freviews%2Fitem
http://www.masbied.com/2010/06/05/ilmu-jiwa-belajar/#more-3073
http://belajarpsikologi.com/fungsi-motivasi-dalam-proses-belajar/
http://dieza-eza-dieza.blogspot.com/2011/01/proses-proses-dan-fase-fase-dalam.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar