Kamis, 25 Oktober 2012

Cara Berkemah



Setiap kegiatan perkemahan sebagai alat pendidikan harus dimulai dengan survai lokasi untuk memastikan kemanan, kenyamanan dan tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan.
  Syarat mendirikan tenda
1)        Pemilihan tempat mendirikan tenda
-         Keamanan: (a) jauh dari gangguan binatang buas dan binatang berbahaya lainnya; (b) jauh dari bahaya banjir, tanah longsor, dll.
-         Memilih tempat: (a) tanah rata atau ada kemiringannya, (b) bukan tempat yang bila hujan tergenang, (c) ada pohon pelindung, (d) ada saluran untuk pengeringan atau pembuangan air, (e) dekat sumber air, (f) pemandangannya cukup menarik, (g) tidak terlalu dekat dengan kampung atau jalan raya, (h) tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan, pos keamanan bagi pekemah pemula.
-         Kenyamanan. Berkemah sebagai wisata pendidikan haruslah menimbulkan suatu kenyamanan dan rasa kebanggaan bagi peserta didik ketika dirinya mampu mengatasi persoalan-persoalan.  Di sinilah terjadinya paradoksal bahwa peserta didik akan merasa bangga ketika berceritera ketidaknyamanan, dan kesulitannya berkemah.

2)      Memahami jenis tenda yang didirikan. Hubungannya dengan program, jumlah peserta perkemahan, dan tempat berkemah maka diperlukan keterampilan memilih: (a) pemilihan tenda erat hubungannya dengan program perkemahan.  Apakah perkemahan regu, untuk persahabatan, perkemahan untuk ekshibisi, dll.  (b) jenis tenda apakah tenda dome, tenda regu, atau tenda peleton. Tenda peleton, atau tenda regu tidak mungkin dapat didirikan di tempat yang sangat sempit, misalnya di lereng gunung, di hutan yang pohon-pohonannya rapat.
 
3)      Teknik mendirikan tenda. – Rentang dulu kain tenda – pelajari tempat-tempat tiang – gunakan ikatan yang benar.  Dirikan.

4)      Selanjutnya perlu disusun piket tenda untuk menunjang keberhasilan kegiatan perkemahan.



Praktek mendirikan tenda bukan sekedar tenda itu bisa berdiri, tetapi harus memahami bagaimana hakekat perkemahan sebagai alat pendidikan.

Tidak ada komentar: