Setiap kegiatan perkemahan sebagai alat pendidikan harus
dimulai dengan survai lokasi untuk memastikan kemanan, kenyamanan dan
tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan.
Syarat mendirikan
tenda
1)
Pemilihan
tempat mendirikan tenda
-
Keamanan: (a) jauh dari gangguan binatang buas dan binatang berbahaya lainnya;
(b) jauh dari bahaya banjir, tanah longsor, dll.
-
Memilih tempat: (a) tanah rata atau ada kemiringannya, (b) bukan tempat yang
bila hujan tergenang, (c) ada pohon pelindung, (d) ada saluran untuk
pengeringan atau pembuangan air, (e) dekat sumber air, (f) pemandangannya cukup
menarik, (g) tidak terlalu dekat dengan kampung atau jalan raya, (h) tidak
terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan, pos keamanan bagi pekemah pemula.
-
Kenyamanan. Berkemah sebagai wisata pendidikan haruslah menimbulkan suatu
kenyamanan dan rasa kebanggaan bagi peserta didik ketika dirinya mampu
mengatasi persoalan-persoalan. Di
sinilah terjadinya paradoksal bahwa peserta didik akan merasa bangga ketika
berceritera ketidaknyamanan, dan kesulitannya berkemah.
2)
Memahami jenis
tenda yang didirikan. Hubungannya dengan program, jumlah peserta perkemahan,
dan tempat berkemah maka diperlukan keterampilan memilih: (a) pemilihan tenda
erat hubungannya dengan program perkemahan.
Apakah perkemahan regu, untuk persahabatan, perkemahan untuk ekshibisi,
dll. (b) jenis tenda apakah tenda dome,
tenda regu, atau tenda peleton. Tenda peleton, atau tenda regu tidak mungkin
dapat didirikan di tempat yang sangat sempit, misalnya di lereng gunung, di
hutan yang pohon-pohonannya rapat.
3)
Teknik
mendirikan tenda. – Rentang dulu kain tenda – pelajari tempat-tempat tiang –
gunakan ikatan yang benar. Dirikan.
4)
Selanjutnya
perlu disusun piket tenda untuk menunjang keberhasilan kegiatan perkemahan.
Praktek mendirikan tenda bukan sekedar tenda itu bisa
berdiri, tetapi harus memahami bagaimana hakekat perkemahan sebagai alat
pendidikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar