MAKALAH
REVIEW
REVIEW
ILMU NUZUL AL-QUR’AN
Disusun
guna memenuhi ujian tengah semester mata kuliah: ‘Ulum al-Qur’an
Dosen
Pengampu : Drs. Syakur Sf., M.Ag.
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS WAHID HASYIM
SEMARANG
2011
A.
PENDAHULUAN
a.
Kata
Pengantar
Sebagai
mahasiswa tentu telah mengerti ilmu nuzul al qur’an, namun kita perlu mengenal
lebih dekat apa itu ilmu nuzul al qur’an. Supaya mahasiswa mengerti tentang
nuzul al Qur’an. Kami berusaha mereview ilmu nuzul al qur’an dari sumber buku ‘Ulum
al-Qur’an dari Drs., M. Syakur., M.Ag. Untuk mahasiswa lebih mudah memahami
tentang nuzul al Qur’an.
b.
Resensi
Buku
Judul
Buku : ‘Ulum al-Qur’an.
Nama
Penulis : Drs. M. Syakur Sf., M.Ag.
Penerbit : PKPI2.
Kota
Penerbit : Semarang.
Tahun
Penerbit : 2001.
Tebal : 166.
Halaman : 31-53.
B.
HASIL BACA atau HASIL REVIEW
1.
Pengertian
Nuzul Al-Qur’an
Nuzul
al-Qur’an Kata-kata nuzul dari segi seperti nuzul (turun), inzal (menurunkan),
tanazzul (hal turun), tanzil (proses penuruan) dan munazzal (yang diturunkan).
2.
Awal
turun al-Qur’an
Al-qur’an
sebagai wahyu diturunkan pertama kali pada saat Nabi Muhammad saw. Sedang
berkhalawat di Gua Hira, pada malam tanggal 17 Ramadhan tahun ke-41 dari
kelahirannya saw. Atau tanggal 6 agustus 610 M. Sebagai kehormatan dari Allah
kepada al qur’an, maka malam pertama yang diturunkan al Qur’an disebut Malam Ketentuan (Lailah al Qodr).
3.
Wahyu
yang pertama dan terakhir turun
Yang
pertama turun, dari Asy Syaikhan dari Aisyah ra., menerangkan bahwa yang shahih
adalah surat al a’laq ayat 1 sampai 5. Dan yang terakhir turun dari Jumhur
‘Ulama menyatakan bahwa wahyu yang turun terakhir berupa ayat yaitu surah
al-Maidah ayat 3.
4.
Tempo
Nuzul al Qur’an
Banyak
pendapat dari ‘ulama menyatakan mengenai tempo Nuzul Qur’an, yaitu: 22 tahun 2
bulan 22 hari.
5.
Fase
Nuzul al Qur’an
Secara
umum masa nuzul Qur’an terbagi manjadi dua yang masing-masing mempunyai corak
tersendiri. Yakni:
Pertama : ketika
Nabi saw. Bermukim di Mekkah.
Kedua : ketika
Nabi saw. Telah hijrah ke Madinah.
6. Dalil dan bukti-bukti Nuzul al Qur’an
secara berangsur-angsur.
Beberapa
dalil hadits sebagai berikut, yaitu: Hadits lain Riwayat ath Thabrani dari Ibn
Abbas ra. menyebutkan, yang artinya: “Al-qur’an
diturunkan pada lailah al qodr dalam bulan Ramadhan ke langit dunia secara
keseluruhan kemudian diturunkan secara berangsur-angsur.”
7. Hikmah Nuzul al Qur’an secara
berangsur-angsur
Al
Qur’an diturunkan secara tanjim
karena mempunyai hikmah dan maksud yang tinggi. Di antara hikmahnya adalah: Untuk memudahkan Nabi saw. menerima dan
menghafalnya, karena beliau adalah seorang Ummi. Dalam kontek ini Ibn Fauraq
mengatakan, bahwa At taurat di turunkan secara keseluruhan / sekaligus, karena
Kitab tersebut diturunkan kepada seorang Nabi yang pandai menulis dan membaca,
yaitu Musa as. Sedangkan al Qur’an diturunkan secara terpisah atau
berangsur-angsur karena ia di turunkan tidak berupa tulisan kepada seorang nabi
yang Ummi.
8. Pemeliharaan di masa Nabi saw.
Setiap
kali ada ayat yang turun, Nabi saw. langsung menyuruh para shahabat pada waktu
itu untuk menghafalkannya, menuliskannya pada batu-batu, kulit binatang, pelapah kurma, dan apa saja
yang bisa digunakan untuk menulis.
C.
ANALISIS
Kita
mengetahui bahwa Nuzul itu artinya turun, lain juga bisa di artikan meluncurnya
sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Jatuhnya dari dataran
tinggi ke dataran rendah. Bahwa nuzul al Qura’an itu turun dari atas menuju ke
bawah.
Al-qur’an
adalah wahyu yang bersifat qodim sampai zaman akhir, yang diturunkan pertma
kali pada saat Nabi Muhammad saw. Sedang berkhalawat, (berkahalwat itu diam
atau bertapa) di Gua Hira, pada saat itu malam tanggal 17 Ramadhan., tanggal 17 itu
nomor atau tanggal yang ganjil maka malam pertama yang diturunkan al Qur’an malam
ganjil bisa juga disebut Malam Ketentuan
(Lailah al Qodr). Di bandingkan dengan buku karya Drs. Abu Anwar, M.Ag.[1]
yaitu, jika disebut malam 17 Ramadhan ini artinya adalah malam yang ganjil,
maka malam yang disebut “lailah al Qodr”
juga berada pada malam-malam yang ganjil. Dari sekian ungkapan malam yang
ganjil tersebut mana yang benar? Maka jawabanya bahwa hakikat kebenaran itu
hanya ada disisi Allah Yang MahaKuasa dan Maha Tinggi, manusia hanya dapat
mengira-ngira saja. Adapun berkenaan dengan ketiga dengan paragraf di atas para
ulama berusaha mencermatinya.
Asy
Syaikhan dari Aisyah ra., menerangkan bahwa yang shahih adalah surat al a’laq
ayat 1 sampai 5 itu pertama kali al Qur’an turun. Itu turunya melalui perantara
malaikat jibril. Bahwasanya jibril menampakkan wajahnya atau bentuknya yang
asli.
Banyak
pendapat dari ‘ulama mengenai tempo Nuzul Qur’an. Ada mengatakan, 22 tahun 2
bulan 22 hari. Sebagian dari mereka berpendapat, 22 tahun. Ada yang pula
mengatakan 23 tahun, bahkan ada pula yang mengatakan bahwa al Qur’an diturunkan
selama 25 tahun. Perbedaan pendapat tersebut tidak lepas dari perselisihan
pendapat tentang berapa lama Nabi saw. Bermukim di mekkah setelah diangkat
sebagai rasul. Namun demikian mereka sepakat tentang lama masa Nabi saw.
Bermukim di madinah, yakni selama 10 tahun.
Secara
umum masa nuzul Qur’an terbagi ada dua yaitu: Pertama ketika Nabi saw. Bermukim
di Mekkah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari, yakni sejak 17 Ramadhan tahun ke-41
dari kelahiranya saw. Hingga awal Rabi’al Awwal tahun ke-54 dari kelahirannya.
Semuaa wahyu yang turun pada periode ini disebut ayat-ayat Makkiah. Wahyu yang
diturunkan sebanyak 19/30 atau sekitar 91 surah. Kedua ketika Nabi saw. Telah
hijrah ke Madinah, selama 9 tahun 9 bulan 9 hari, atau sejak awal Rabi’al awwal
tahun ke-54 dari kelahirannya hingga tanggal 9 Dzulhijjah 10 H. Atau tahun ke-63
dari kelahiran beliau saw. Wahyu yang turun pada periode ini disebut ayat-ayat
Madaniyyah. Dan yang diturunkan pada periode ini sebanyak 11/30 atau sebanyak
23 surah.
Adapun
dalil Hadits dan Qur’an yang kami reviewkan berbeda dengan buku yang kami ambil
dari buku ulumul Qur’an dari penulis Abu Anwar, M.Ag tentang nuzul Qur’an sebagai
berikut, yaitu:
Riwayat al Hakim
dan al Baihaqi melalui Ibn ‘Abbas ra. :
Yang artinya: “al Qur’an diturunkan dalam bentuk
keseluruhan ke langit dunia yang berada pada tempat bintang-bintang, sedangkan
Allah menurunkannya kepada Rosulnya sebagian demi sebagian.”
Dari Qur’an Surah al
Furqan ayat 32 :
Yang artinya “Orang-orang kafir berkata: Kenapa al-Qur’an
itu tidak diturunkan secara jumlatan saja? Begitulah Kami perkuat hatimu
dengannya sekolompak dami sekolompaka” (QS. Al-Furqan: 32).[2]
Setiap
kali ada ayat yang turun, Nabi saw. langsung menyuruh para shahabat pada waktu
itu untuk menghafalkannya, menuliskannya pada batu-batu, kulit binatang, pelapah kurma, dan apa saja yang
bisa digunakan untuk menulis. Masa Rasulullah masih hidup al Qur’an dipelihara
sedemikian rupa, sehingga cara yang paling terkenal untuk memelihara al Qur’an
adalah dengan menghafal dan menulisnya. Dan di masa hidup Beliau menyampaikan
wahyu kepada para shahabat untuk memerintahkan agar shahabat menghafalnya
dengan baik. Apa yang diperintahkan oleh Rasulullah dapat dilaksanakan dengan
baik pula oleh para shahabat. Selain dari cara menghafal ini, Rasulullah
memerintahkan agar para shahabat yang pandai menulis segera menuliskan
ayat-ayat al Qur’an yang telah dihafal oleh mereka.
D.
PENUTUP
a. Kesimpulan
v Nuzul al Qur’an adalah proses
pemberitaan atau penyampaian ajaran yaang terkandung didalamnya.
v Awal turun al-Qur’an, Saat Nabi Muhammad
saw. Sedang berkhalawat di Gua Hira, pada malam tanggal 17 Ramadhan tahun ke-41
dari kelahirannya saw. Atau tanggal 6 agustus 610 M. Sebagai kehormatan dari
Allah kepada al qur’an, maka malam pertama yang diturunkan al Qur’an disebut Malam Ketentuan (Lailah al Qodr).
v Yang pertama turun, adalah surat al
a’laq ayat 1 sampai 5. Dan yang terakhir turun berupa ayat yaitu surah
al-Maidah ayat 3.
v Tempo Nuzul Qur’an, yaitu: 22 tahun 2
bulan 22 hari.
v Masa Nuzul Qur’an yaitu: ketika Nabi
saw. Bermukim di Mekkah dan ketika Nabi saw. Telah hijrah ke Madinah.
v Dalil hadits Nuzul al Qur’an yaitu:
Hadits lain Riwayat ath Thabrani dari Ibn Abbas ra. menyebutkan, yang artinya:
“Al-qur’an diturunkan pada lailah al qodr
dalam bulan Ramadhan ke langit dunia secara keseluruhan kemudian diturunkan
secara berangsur-angsur.”
v Di antara hikmahnya adalah: Untuk memudahkan Nabi saw. menerima dan
menghafalnya, karena beliau adalah seorang Ummi. Dalam kontek ini Ibn Fauraq
mengatakan, bahwa At taurat di turunkan secara keseluruhan / sekaligus, karena
Kitab tersebut diturunkan kepada seorang Nabi yang pandai menulis dan membaca,
yaitu Musa as. Sedangkan al Qur’an diturunkan secara terpisah atau
berangsur-angsur karena ia di turunkan tidak berupa tulisan kepada seorang nabi
yang Ummi.
v Setiap kali ada ayat yang turun, Nabi
saw. langsung menyuruh para shahabat pada waktu itu untuk menghafalkannya,
menuliskannya pada batu-batu, kulit
binatang, pelapah kurma, dan apa saja yang bisa digunakan untuk menulis.
b. Kata Penutup
Setelah kita membaca dan mengetahui semua hal
mengenai uraian diatas. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Review kami,
masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca setia dan sebagai bekal pembelajaran
agar kedepannya lebih baik dalam penyusunan review.
Nama
Reviewer:
Bahauddin (106013131)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar