Senin, 14 November 2011

makalah review ilmu nuzul al qur'an

MAKALAH


REVIEW
ILMU NUZUL AL-QUR’AN

Disusun guna memenuhi ujian tengah semester mata kuliah: ‘Ulum al-Qur’an
Dosen Pengampu : Drs. Syakur Sf., M.Ag.






FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS WAHID HASYIM
SEMARANG
2011

A.     PENDAHULUAN
a.    Kata Pengantar
Sebagai mahasiswa tentu telah mengerti ilmu nuzul al qur’an, namun kita perlu mengenal lebih dekat apa itu ilmu nuzul al qur’an. Supaya mahasiswa mengerti tentang nuzul al Qur’an. Kami berusaha mereview ilmu nuzul al qur’an dari sumber buku ‘Ulum al-Qur’an dari Drs., M. Syakur., M.Ag. Untuk mahasiswa lebih mudah memahami tentang nuzul al Qur’an.
b.    Resensi Buku
Judul Buku            :    ‘Ulum al-Qur’an.
Nama Penulis         :    Drs. M. Syakur Sf., M.Ag.
Penerbit                  :    PKPI2.
Kota Penerbit         :    Semarang.
Tahun Penerbit       :    2001.
Tebal                      :    166.
Halaman                 :    31-53.

B.     HASIL BACA atau HASIL REVIEW
1.    Pengertian Nuzul Al-Qur’an
Nuzul al-Qur’an Kata-kata nuzul dari segi seperti nuzul (turun), inzal (menurunkan), tanazzul (hal turun), tanzil (proses penuruan) dan munazzal (yang diturunkan).
2.    Awal turun al-Qur’an
Al-qur’an sebagai wahyu diturunkan pertama kali pada saat Nabi Muhammad saw. Sedang berkhalawat di Gua Hira, pada malam tanggal 17 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahirannya saw. Atau tanggal 6 agustus 610 M. Sebagai kehormatan dari Allah kepada al qur’an, maka malam pertama yang diturunkan al Qur’an disebut Malam Ketentuan (Lailah al Qodr).
3.    Wahyu yang pertama dan terakhir turun
Yang pertama turun, dari Asy Syaikhan dari Aisyah ra., menerangkan bahwa yang shahih adalah surat al a’laq ayat 1 sampai 5. Dan yang terakhir turun dari Jumhur ‘Ulama menyatakan bahwa wahyu yang turun terakhir berupa ayat yaitu surah al-Maidah ayat 3.
4.    Tempo Nuzul al Qur’an
Banyak pendapat dari ‘ulama menyatakan mengenai tempo Nuzul Qur’an, yaitu: 22 tahun 2 bulan 22 hari.
5.    Fase Nuzul al Qur’an
Secara umum masa nuzul Qur’an terbagi manjadi dua yang masing-masing mempunyai corak tersendiri. Yakni:
Pertama      :    ketika Nabi saw. Bermukim di Mekkah.
Kedua        :    ketika Nabi saw. Telah hijrah ke Madinah.
6.    Dalil dan bukti-bukti Nuzul al Qur’an secara berangsur-angsur.
Beberapa dalil hadits sebagai berikut, yaitu: Hadits lain Riwayat ath Thabrani dari Ibn Abbas ra. menyebutkan, yang artinya: “Al-qur’an diturunkan pada lailah al qodr dalam bulan Ramadhan ke langit dunia secara keseluruhan kemudian diturunkan secara berangsur-angsur.”
7.    Hikmah Nuzul al Qur’an secara berangsur-angsur
Al Qur’an diturunkan secara tanjim karena mempunyai hikmah dan maksud yang tinggi. Di antara hikmahnya adalah: Untuk memudahkan Nabi saw. menerima dan menghafalnya, karena beliau adalah seorang Ummi. Dalam kontek ini Ibn Fauraq mengatakan, bahwa At taurat di turunkan secara keseluruhan / sekaligus, karena Kitab tersebut diturunkan kepada seorang Nabi yang pandai menulis dan membaca, yaitu Musa as. Sedangkan al Qur’an diturunkan secara terpisah atau berangsur-angsur karena ia di turunkan tidak berupa tulisan kepada seorang nabi yang Ummi.
8.    Pemeliharaan di masa Nabi saw.
Setiap kali ada ayat yang turun, Nabi saw. langsung menyuruh para shahabat pada waktu itu untuk menghafalkannya, menuliskannya pada batu-batu,  kulit binatang, pelapah kurma, dan apa saja yang bisa digunakan untuk menulis.

C.     ANALISIS
Kita mengetahui bahwa Nuzul itu artinya turun, lain juga bisa di artikan meluncurnya sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Jatuhnya dari dataran tinggi ke dataran rendah. Bahwa nuzul al Qura’an itu turun dari atas menuju ke bawah.
Al-qur’an adalah wahyu yang bersifat qodim sampai zaman akhir, yang diturunkan pertma kali pada saat Nabi Muhammad saw. Sedang berkhalawat, (berkahalwat itu diam atau bertapa) di Gua Hira, pada saat itu  malam tanggal 17 Ramadhan., tanggal 17 itu nomor atau tanggal yang ganjil maka malam pertama yang diturunkan al Qur’an malam ganjil bisa juga disebut Malam Ketentuan (Lailah al Qodr). Di bandingkan dengan buku karya Drs. Abu Anwar, M.Ag.[1] yaitu, jika disebut malam 17 Ramadhan ini artinya adalah malam yang ganjil, maka malam yang disebut “lailah al Qodr” juga berada pada malam-malam yang ganjil. Dari sekian ungkapan malam yang ganjil tersebut mana yang benar? Maka jawabanya bahwa hakikat kebenaran itu hanya ada disisi Allah Yang MahaKuasa dan Maha Tinggi, manusia hanya dapat mengira-ngira saja. Adapun berkenaan dengan ketiga dengan paragraf di atas para ulama berusaha mencermatinya.
Asy Syaikhan dari Aisyah ra., menerangkan bahwa yang shahih adalah surat al a’laq ayat 1 sampai 5 itu pertama kali al Qur’an turun. Itu turunya melalui perantara malaikat jibril. Bahwasanya jibril menampakkan wajahnya atau bentuknya yang asli.
Banyak pendapat dari ‘ulama mengenai tempo Nuzul Qur’an. Ada mengatakan, 22 tahun 2 bulan 22 hari. Sebagian dari mereka berpendapat, 22 tahun. Ada yang pula mengatakan 23 tahun, bahkan ada pula yang mengatakan bahwa al Qur’an diturunkan selama 25 tahun. Perbedaan pendapat tersebut tidak lepas dari perselisihan pendapat tentang berapa lama Nabi saw. Bermukim di mekkah setelah diangkat sebagai rasul. Namun demikian mereka sepakat tentang lama masa Nabi saw. Bermukim di madinah, yakni selama 10 tahun.
Secara umum masa nuzul Qur’an terbagi ada dua yaitu: Pertama ketika Nabi saw. Bermukim di Mekkah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari, yakni sejak 17 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahiranya saw. Hingga awal Rabi’al Awwal tahun ke-54 dari kelahirannya. Semuaa wahyu yang turun pada periode ini disebut ayat-ayat Makkiah. Wahyu yang diturunkan sebanyak 19/30 atau sekitar 91 surah. Kedua ketika Nabi saw. Telah hijrah ke Madinah, selama 9 tahun 9 bulan 9 hari, atau sejak awal Rabi’al awwal tahun ke-54 dari kelahirannya hingga tanggal 9 Dzulhijjah 10 H. Atau tahun ke-63 dari kelahiran beliau saw. Wahyu yang turun pada periode ini disebut ayat-ayat Madaniyyah. Dan yang diturunkan pada periode ini sebanyak 11/30 atau sebanyak 23 surah.
Adapun dalil Hadits dan Qur’an yang kami reviewkan berbeda dengan buku yang kami ambil dari buku ulumul Qur’an dari penulis Abu Anwar, M.Ag tentang nuzul Qur’an sebagai berikut, yaitu:
Riwayat al Hakim dan  al Baihaqi melalui Ibn ‘Abbas ra. :
Yang artinya: “al Qur’an diturunkan dalam bentuk keseluruhan ke langit dunia yang berada pada tempat bintang-bintang, sedangkan Allah menurunkannya kepada Rosulnya sebagian demi sebagian.
Dari Qur’an Surah al Furqan ayat 32 :
Yang artinya “Orang-orang kafir berkata: Kenapa al-Qur’an itu tidak diturunkan secara jumlatan saja? Begitulah Kami perkuat hatimu dengannya sekolompak dami sekolompaka” (QS. Al-Furqan: 32).[2]
Setiap kali ada ayat yang turun, Nabi saw. langsung menyuruh para shahabat pada waktu itu untuk menghafalkannya, menuliskannya pada batu-batu,  kulit binatang, pelapah kurma, dan apa saja yang bisa digunakan untuk menulis. Masa Rasulullah masih hidup al Qur’an dipelihara sedemikian rupa, sehingga cara yang paling terkenal untuk memelihara al Qur’an adalah dengan menghafal dan menulisnya. Dan di masa hidup Beliau menyampaikan wahyu kepada para shahabat untuk memerintahkan agar shahabat menghafalnya dengan baik. Apa yang diperintahkan oleh Rasulullah dapat dilaksanakan dengan baik pula oleh para shahabat. Selain dari cara menghafal ini, Rasulullah memerintahkan agar para shahabat yang pandai menulis segera menuliskan ayat-ayat al Qur’an yang telah dihafal oleh mereka.

D.     PENUTUP
a.     Kesimpulan
v  Nuzul al Qur’an adalah proses pemberitaan atau penyampaian ajaran yaang terkandung didalamnya.
v  Awal turun al-Qur’an, Saat Nabi Muhammad saw. Sedang berkhalawat di Gua Hira, pada malam tanggal 17 Ramadhan tahun ke-41 dari kelahirannya saw. Atau tanggal 6 agustus 610 M. Sebagai kehormatan dari Allah kepada al qur’an, maka malam pertama yang diturunkan al Qur’an disebut Malam Ketentuan (Lailah al Qodr).
v  Yang pertama turun, adalah surat al a’laq ayat 1 sampai 5. Dan yang terakhir turun berupa ayat yaitu surah al-Maidah ayat 3.
v  Tempo Nuzul Qur’an, yaitu: 22 tahun 2 bulan 22 hari.
v  Masa Nuzul Qur’an yaitu: ketika Nabi saw. Bermukim di Mekkah dan ketika Nabi saw. Telah hijrah ke Madinah.
v  Dalil hadits Nuzul al Qur’an yaitu: Hadits lain Riwayat ath Thabrani dari Ibn Abbas ra. menyebutkan, yang artinya: “Al-qur’an diturunkan pada lailah al qodr dalam bulan Ramadhan ke langit dunia secara keseluruhan kemudian diturunkan secara berangsur-angsur.”
v  Di antara hikmahnya adalah: Untuk memudahkan Nabi saw. menerima dan menghafalnya, karena beliau adalah seorang Ummi. Dalam kontek ini Ibn Fauraq mengatakan, bahwa At taurat di turunkan secara keseluruhan / sekaligus, karena Kitab tersebut diturunkan kepada seorang Nabi yang pandai menulis dan membaca, yaitu Musa as. Sedangkan al Qur’an diturunkan secara terpisah atau berangsur-angsur karena ia di turunkan tidak berupa tulisan kepada seorang nabi yang Ummi.
v  Setiap kali ada ayat yang turun, Nabi saw. langsung menyuruh para shahabat pada waktu itu untuk menghafalkannya, menuliskannya pada batu-batu,  kulit binatang, pelapah kurma, dan apa saja yang bisa digunakan untuk menulis.
b.    Kata Penutup
Setelah kita membaca dan mengetahui semua hal mengenai uraian diatas. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Review kami, masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca setia dan sebagai bekal pembelajaran agar kedepannya lebih baik dalam penyusunan review.

                     
 Nama Reviewer:

Bahauddin                   (106013131)



[1] Drs. Abu Anwar, M.Ag. 2002. Ulumul Qur’an. Pekanbaru: AMZAH. hal. 19.
[2] Drs. Abu Anwar, M.Ag. 2002. Ulumul Qur’an. Pekanbaru: AMZAH. hal. 22.

Tidak ada komentar: